Thursday, September 13, 2012

Found this Article on Koran Jakarta (Digital Edition)

Yacko "Rapper" Sekaligus Dosen

Penyanyi rap, Yani Oktaviana, sehari-hari menjalani profesi sebagai dosen. Ia mengajar di Unisadhuguna International College dan Uniprep yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Mata kuliah yang ia berikan adalah Marketing Management dan Mass Communication.

Wanita yang akrab dipanggil dengan sebutan Yacko ini menerangkan dirinya memang sejak dulu tertarik untuk mengajar. Pada dasarnya, Yacko senang belajar dan menimba ilmu. Saat ini, sudah ada tiga titel ia sandang. Gelar sarjana ia raih di Universitas Trisakti jurusan manajemen Bisnis Internasional. Lalu ia mengambil S1 lagi di Edith Cowen University, Perth, Australia. Seusai meraih gelas di Edit Cowen, ia melanjutkan kuliah S2 di Woolonggong University, New South Wales. Selain S2 bidang ekonomi, ia juga mengambil diploma di jurusan Applied IT di Sidney University.

"Aku suka sharing knowledge. Passion untuk sharing knowledge itu sangat kuat dan aku rasa dengan modal pendidikanku di Master of Business Administration aku bisa mengajar," terangnya.

Setelah tiba di Tanah Tir pada tahun 2005, ia mulai mencari lowongan kerja dosen. Saat itu, ia melihat lowongan kerja dosen INTI College. Dirinya pun dipanggil dan disuruh untuk teaching demo. Ia diterima dan langsung mengajar di sana.
Sebagai rapper, Yacko telah mengeluarkan dua buah album. Album pertama berjudul Refleksi yang ia buat di Australia dan kemudian direkam di bawah label EMI saat ia kembali ke Indonesia pada 2005. Album kedua, Mendua ia buat di bawah indie label, Rizky Records. Album ketiga sedang dikerjakan dengan lagu pertama Brrapp! dan lagu kedua All Nite Long.

Yacko menyenangi dua bidang profesinya saat ini, yaitu menjadi dosen dan penyanyi rap. Untuk itu, ia memilih jadwal mengajar yang fleksibel. Ia mengajar dari Senin sampai Jumat. Dari Senin hingga Kamis ia mengajar sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, sementara di Jumat ia mengajar hingga pukul 12.00 WIB. "Jumat sore bisa aku gunakan untuk latihan nyanyi. Demikian pula Sabtu dan Minggu. Di weekend aku bisa tampil menyanyi jika ada tawaran manggung," terangnya.

Selain itu, menurutnya, kiprahnya di dunia tarik suara membuat dunia akademisi tidak membosankan. "Untuk membuat para mahasiswa saya tidak bosan, saya ajak mereka ke studio radio atau televisi. Ini bisa terjadi karena relasi yang aku punya di bidang musik," tutur kelahiran Surabaya, 10 Oktober 1979 ini.

Yacko pun tidak menerapkan batas dengan para mahasiswanya. Ia terkenal akrab dengan mahasiswa. Untuk selalu keep in touch dengan mahasiswa ia membuka komunikasi melalui Twitter mengenai tugas dan kesulitan pengajaran. wan/L-2

Here's the original link Terpujilah Wahai Engkau, Ibu-Bapak Guru

No comments: